Senin, 26 September 2016

Kata hati untuk merpati

Dear my beloved 
*P E R E M P U A N*

ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﻛَﺎﻟْﻘَﻬْﻮَﺓِ، ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻫْﻤَﻠْﺘَﻬَﺎ ﺃَﺻْﺒَﺤَﺖْ ﺑَﺎﺭِﺩَﺓً، ﺣَﺘَّﻰ ﻓِﻲْ ﻣَﺸَﺎﻋِﺮِﻫَﺎ
*Perempuan itu seperti kopi, jika engkau abaikan, ia menjadi dingin, sampai dalam hal cita rasanya.*
ﻋِﻨْﺪَﻣَﺎ ﺗَﺼْﻤُﺖُ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ ﺃَﻣَﺎﻡَ ﻣَﻦْ ﺗُﺤِﺐُّ، ﺗَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟْﻜَﻠِﻤَﺎﺕُ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﻴْﺌَﺔِ ﺩُﻣُﻮْﻉٍ
*Saat perempuan diam di depan orang yang ia cintai, maka muncullah banyak kata dalam bentuk air mata.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒِﺪَﺍﻳَﺔِ ﺗَﺨَﺎﻑُ ﺃَﻥْ ﺗَﻘْﺘَﺮِﺏَ ﻣِﻨْﻚَ، ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﻨِّﻬَﺎﻳَﺔِ ﺗَﺒْﻜِﻲْ ﺣِﻴْﻦَ ﺗَﺒْﺘَﻌِﺪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ، ﻗَﻠِﻴْﻞٌ ﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻬَﻤُﻬَﺎ
*Perempuan itu, pada mulanya takut untuk mendekatimu, namun pada akhirnya, ia menangis saat engkau menjauh darinya .. sedikit sekali orang yang memahaminya.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﻟَﺎ ﺗُﺮِﻳْﺪَ ﻣِﻨْﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﺤِﻴْﻞَ، ﻫِﻲَ ﻓَﻘَﻂْ ﺗُﺮِﻳْﺪُﻙَ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮْﻥَ ﻣِﺜْﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺘَﻤَﻨَّﺎﻩُ ﺃَﻧْﺖَ ﻟِﺸَﻘِﻴْﻘَﺘِﻚَ
*Perempuan itu tidak menginginkan kemustahilan darimu, dia hanya menginginkan agar engkau seperti lelaki yang engkau bayangkan tentang saudari kandungnya.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﺇِﻣَّﺎ ﻛَﻴْﺪٌ ﻋَﻈِﻴْﻢٌ، ﺃَﻭْ ﺣُﺐٌّ ﻋَﻈِﻴْﻢٌ ! ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻣَﻦْ ﻳُﺤَﺪِّﺩُ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ، ﻓَﺈِﻥْ ﻣَﻜَﺮْﺕَ ﺑِﻬَﺎ ﻣَﻜَﺮَﺕْ ﺑِﻚَ، ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺘَﻬَﺎ ﻋَﺸِﻘَﺘْﻚَ
*Perempuan itu tipu daya besar atau cinta agung, dan engkau lah yang menentukannya wahai lelaki..jika engkau membuat makar atasnya, diapun membuat makar kepadamu, dan jika engkau mencintainya, ia pun kasmaran terhadapmu.*
ﺑِﻘَﺪْﺭِ ﻣَﺎ ﺗُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ ﻫِﻲَ ﺗَﻐَﺎﺭُ، ﻟِﺬَﺍ ﺃَﻱُّ ﺃُﻧْﺜَﻰ ﺗَﺠُﻦُّ ﻏِﻴْﺮَﺓً، ﻫِﻲَ ﺗَﺠُﻦُّ ﺣُﺒًّﺎ
*Sesuai dengan tingkat cintamu kepada perempuan, seperti itulah ia cemburu, karenanya, apa saja yang membuat perempuan menjadi gila karena cemburu, itu juga yang membuatnya gila karena cinta.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﺗُﺪَﺍﻭِﻱْ ﻭَﻫِﻲَ ﻣَﺤْﻤُﻮْﻣَﺔٌ، ﻭَﺗُﻮَﺍﺳِﻲْ ﻭَﻫِﻲَ ﻣَﻬْﻤُﻮْﻣَﺔٌ، ﻭَﺗَﺴْﻬَﺮُ ﻭَﻫِﻲَ ﻣُﺘْﻌَﺒَﺔٌ، ﻭَﺗَﺤْﺰَﻥُ ﻣَﻊَ ﻣَﻦْ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺮِﻑُ
*Perempuan itu mengobati, padahal dia sedang demam, membantu, padahal dia susah, begadang, padahal lelah, dan..berduka terhadap seseorang yang tidak dikenalnya.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﺗُﺤِﺐُّ ﺃَﻥْ ﺗُﻌَﺎﻣَﻞَ ﻛَﻄِﻔْﻠَﺔٍ ﺩَﺍﺋِﻤﺎً ﻣَﻬْﻤَﺎ ﻛَﺒُﺮَﺕْ
*Perempuan itu selalu ingin diperlakukan seperti bocah kecil, betapapun ia menua.*
ﻟَﺎ ﺗَﻄْﺮُﻕْ ﺑَﺎﺏَ ﻗَﻠْﺐِ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ، ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻟَﺎ ﺗَﺤْﻤِﻞُ ﻣَﻌَﻚَ ﺣَﻘَﺎﺋِﺐَ ﺍﻟِﺎﻫْﺘِﻤَﺎﻡِ
*Jangan berani-berani mengetuk pintu hati perempuan jika engkau tidak membawa berkoper-koper perhatian.*
ﻋِﻨْﺪَﻣَﺎ ﺗَﻐَﺎﺭُ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﺍُﺭْﺳُﻢْ ﻗُﺒْﻠَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﻳَﺪَﻳْﻬَﺎ، ﺩَﻋْﻬَﺎ ﺗَﺸْﻌُﺮُ ﺑِﺄَﻧَّﻬﺎ ﻧِﻌْﻤَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻟَﺪَﻳْﻚَ
*Saat perempuan cemburu, buatlah lukisan ciumanmu pada kedua tangannya, biarkan dia merasakan bahwa dia merupakan kenikmatan Allah Taala yang sangat besar bagimu.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ ﺍَﻟْﻬَﺎﺩِﺋَﺔُ، ﺍَﻟﻨَّﺎﻋِﻤَﺔُ، ﺃﻛْﺜَﺮُ ﺿَﺠِﻴْﺠًﺎ ﺑِﻘَﻠْﺐِ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ
*Perempuan, yang tenang, nan lembut, ternyata pembuat kebisingan terbesar pada hati lelaki.*
ﺍَﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ : ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﺴَﺖْ؛ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻟَﺎ ﺗَﺨْﻠُﻮْ ﻣِﻦْ ﻣَﺸَﺎﻋِﺮِ ﺍﻟْﻌَﻄْﻒِ، ﻭَﺍﻟﺮَّﺃْﻓَﺔِ
*Perempuan itu, meskipun keras hati, sebenarnya tidak pernah kosong dari rasa simpati dan kasih sayang.*
ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺘَﻤِﻞُ ﺟُﻨُﻮْﻥَ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ ﻭَﻏِﻴْﺮَﺗَﻬَﺎ، ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺟُﻞٌ ﺃَﺣَﺒَّﻬَﺎ ﺑِﺼِﺪْﻕٍ
*Tidak ada yang mampu menanggung kegilaan perempuan dan kecemburuannya, kecuali lelaki yang mencintainya dengan sebenarnya.*
ﻟَﻴْﺲَ ﻋﻴَﺒﺎً ﺃﻥَ ﻳَﺘَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣِﻦْ ﻗَﻠْﺐِ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ ﺷَﻴْﺌﺎ ﻳَﺠْﻌَﻠُﻪُ ﺃﻛَﺜﺮَ ﺇِﻧْﺴَﺎﻧِﻴَّﺔً ﻭَﺭِﻗَّﺔً
*Tidak aib jika lelaki mau belajar dari hati perempuan sesuatu yang menjadikannya semakin manusiawi dan semakin lembut.*
ﺍَﻟْﺄﻧﺜﻰْ : ﺗَﺨﺸﻰْ ﺍﻟﺨﻴﺎﻧْﺔ ، ﻭَﺍﻟﻔﻘﺪﺍﻥْ ، ﻭَﺍﻟﻐﻴﺎﺏْ ، ﻭﻻ ﺗﺴَﺘﻄﻴﻊ ﺑﺴﻬﻮﻟﺔ ﻧﺴﻴﺎﻥْ ﻏﺎﺋﺐْ ﺃﺣَﺒﺘﻪ ، ﺗﻈﻞ ﺗﺮﺍﻗِﺒﻪ ﻣﻦْ ﺑﻌﺪ
*Perempuan itu takut dikhianati, takut kehilangan, takut tiada, dan tidak mudah melupakan seorang yang tiada yang dicintainya, ia terus menerus mengawasinya dari jauh.*
ﻟﻸﻧﺜﻰ : ﺃﻥ ﺗﺮﺑﻲ ﻃﻔﻼً ﺑﻼ ﺃﺏ ، ﻟﻜﻦ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﺮﺑﻲ ﻃﻔﻼً ﺑﻼ ﺃﻣﻬﻨﺎ ﺭﻭﻋﻪ ﺍﻷﻧﺜﻰ
*Mungkin perempuan mengasuh anak tanpa seorang ayah, tetapi, tidak mungkin lelaki mengasuh anak tanpa ibu. Di sinilah terletak keindahan perempuan.*
ﻣَﺘﻰ ﻣﺂ ﻛُﻨﺖ ' ﺭﺟُﻞ ' ﺗﻜُﻦ ﻟﻚ ‏« ﺍﻣﺮﺃﺓ
*Jikalau kamu benar-benar lelaki, pasti punya perempuan.*
ﻣَﺘﻰ ﻣﺂ ﻛُﻨﺖ ' ﺫﻛَﺮ ' ﺗﻜُﻦ ﻟﻚ ‏« ﺃﻧﺜﻰ
*Jikalau engkau jantan, pasti punya betina.*
ﻣَﺘﻰ ﻣﺂ ﻛُﻨﺖ ' ﻣﻠِﻚ ' ﺗﻜُﻦ ﻟﻚ ‏« ﺃﻣﻴﺮﺓ
*Kapan engkau menjadi raja, pasti ada ratu.*
ﻣَﺘﻰ ﻣﺂ ﻛُﻨﺖ ' ﻋﺎﺷِﻖ ' ﺗﻜُﻦ ﻟﻚ ‏« ﻣﺘﻴﻤﺔ
*Kapan engkau kasmaran, pasti perempuan itu seperti seorang yang kehilangan anak.*
ﻓﻼ ﺗﻜُﻦ ' ﻻﺷﻲﺀ ' ﻭﺗُﺮﻳﺪﻫﺂ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ‏« ﻛﻞ ﺷﻲﺀ
*Jangan sampai engkau tanpa apa-apa sementara engkau menginginkan perempuan segala-galanya.*
ﻋﻨﺪﻣﺂ ﺗُﻨﻔﺦ ﻓﻴﻚ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺗﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺑﻄﻦ ﺍﻣﺮﺃﺓ
*Ingatlah, saat ruh ditiupkan kepadamu, engkau ada di rahim perempuan.*
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﺒﻜﻲ، ﺗﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺣﻀﻦ ﺍﻣﺮﺃﺓ
*Saat engkau menangis, engkau ada di pangkuan perempuan.*
ﻭﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﻌﺸﻖ، ﺗﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺐ ﺍﻣﺮﺃﺓ
*Saat engkau kasmaran, engkau ada di hati perempuan.*
ﺭﻓﻘﺎً ﺑﻬﺂ .. ﻓﺎﻻُﻧﺜﻰ ﺃﻣﺎﻧﺔ ،، ﻣﺂ ﺧُﻠِﻘَﺖ ﻝﻹﻫﺎﻧﺔ
*Karenanya, perlakukan perempuan dengan penuh kelembutan. Perempuan itu dicipta sebagai amanah, bukan dicipta untuk dihinakan...*

منقول

Kamis, 25 Agustus 2016

DZATA RUHIY

Jalan yang tak pernah aku mengerti, aku begitu mengagumimu, namun apa dayaku ???,,,,
Perasaan ini begitu menyiksa bathin dan jiwaku, perasaan yang tak tau ujungnya harus aku bawa kemana,,,,
Aku tak dapat membohongi hatiku, aku berharap padanya dgn harapan yang tulus, hanya saja aku tak pernah mengerti arah hatinya, padaku atau pada jiwa yang lain,,,

True love

Hari ini adalah hari dimana aku harus membanting hati, harus melupakan yang tak mungkin bisa aku lupakan. Aku begitu sayang, namun tak mungkin aku lanjutkan. Merpati itu terlalu istimewa untuk di miliki kupu-kupu. Tapi begitu besar harap kupu-kupu selama ini, hingga akhirnya dia harus jatuh dalam perangkap merpati yg tidak mungkin membalas cintanya....


Diana Sa'adatul Hidayah





Selasa, 21 Juni 2016

tak peduli denganmu

sekalipun banyak luka, tetap tersenyum karna semua kan indah pada waktunya,,,,
bukan hanya ABY, tapi saat ini yang paling berkesan adalah DZATA RUHIYYY,,,,,



Senin, 09 Mei 2016

lagi sumpekk

aku sadar aku salah. aku berharap sesuatu yang tak pasti. aku mudah mempercayai mereka yang mungkin hanya menganggapku sebagai kupu-kupu.
tapi saat hatiku kalut, mengapa harus dia yang datang dan membalut lukaku,,,,??

dia sahabatmu jadi kekasihku pengganti dirimu,,,
dia sahabatmu ingin meminangku, relakan aku bahagia,,,,,,

Jumat, 29 April 2016

la lala lala lala,,,,

Sedikit linu pikiranku, Terdiam. dan hanya menatap gelembung yang dibentuk oleh hujan. sembari mengikuti aliran air yang berjalan kehilir bagai chocolate original. (haha seperti pedagang ice chocolate aja). kapan Dia mengerti bahwa aku sedang menunggu,,,,??

Ditengah derasnya hujan ini aku bertanya, kenapa semua seakan tak berpihak padaku...??
cecunguk itu datang lagi. Tidak padaku tapi pada keluargaku,,,,
materi yang begitu tidak cukup menyelesaikan resahku.
Entahlah, Sempat ku buang cerita lama. Namun kini hadir lagi seiring hadirnya bajingan yang menumpah tinta hitam dalam lembar ceritaku ??
oh my God,,,,??
Dasar maling gak tau diri. !!
setelah berurusan denganku kau masih nekat pada umiku,,,??
tapi tak apalah,,,, nanti jika aku kaya raya, aku ingin menyediakan lahan untuk kamu kerja,,,
biar kerjanya tidak hal yang dosa-dosa begitu...



Senin, 18 April 2016

Suara kku,.

aku sebenarnya jenuh. semua ini aku lakukan untuk menghilangkan sedikit beban yang ada dalam pikiranku. tapi lagi-lagi aku termakan oleh kesenangan ini. kenapa mereka seakan mencari kesalahanku,,,??
pernahkah berfikir tentang bagaimana perasaanku ketika mereka bersuara tentang aku,,,??
aku lelah, aku jenuh, aku bosan dengan celoteh kalian
iya, aku sadar aku g dewasa menyikapi ini. tapi apa kalian g berfikir bagaimana proses yang harus aku jalani,,,??
hidup aku memang tak semudah kalian wahai bajingan kecil.

Sabtu, 16 April 2016

KISAH SANG MERPATI

Pada suatu hari terkisah seekor burung yang begitu indah. Dia asyik menikati suasana angkasa dengan penuh riangnya, tanpa menyadari bahwa dari bawah langit ada yang mengincarnya. Seorang pemburu yang begitu gagah dan tampan. Namun entah mengapa si pemburu tak kuasa untuk menembaknya. Dia hanya menatapnya dari dahan pohon yang dihitari sang burung. Si pemburu berangan-angan ingin menangkap dengan tangannya sendiri.
Tak lama dari penantiannya akhirnya burungpun hinggap diranting yang tak begitu sulit dijangkau sang pemburu. Angin berhembus begitu hilirnya, seolah-olah mengisyaratkan bahwa burung tersebut segara akan menjadi miliknya. Tak lamapin sang pemburu menangkap burung tersebut dengan tangan lembutnya. Dengan hati bangga sang pemburupun membawanya ketempat singgahnya dan member sangkar yang begitu rapi dipandangnya. Tiap harinyapun penuh dengan kebersamaan bagai kupu-kupu dan kumbang yang bersimbiosis mutualisme.
Disuatu hari sang pemburu memandikan burung tersebut lalu memberinya makan. Entah mengapa angannya pun melayang pada sesosok wanita yang selama ini diam-diam telah mengisi hatinya. Namun sang gadis berada jauh dari dekapnya. Jarak dan ikatan agama menjadi alasan kokoh dalam hidup sang pemburu. Tak mungkin dia menyentuh dan mengajak sang gadis menemuinya, karna belum halal baginya. Sang pemburu hanya dapat melihatnya dari jauh dan mengungkap isi hatinya lewat secarik kertas putih yang tergores tinta dari tangannya.
Pikirnyapun melayang dan penuh kasih. Teringat lantunan yang dia terima dari sang gadis. Terbayang akan lambai tangannya yang begitu gemulai sehingga mengesankan nada yang mampu menyayat hatinya. Sang pemburu berangan-angan ingin menitipkan burung itu pada sang gadis, namun hatinya penuh dengan hati bimbang dan bingung. Tanpa pikir panjang pun sang pemburu mengutus sahabat yang kebetulan adalah tetangga samping rumah sang gadis dengan secarik surat yang dia ikatkan pada leher burung dengan pita berwarna merah.
“teruntuk bidadariku yang jauh disana,,,,,
Kado ini ku hadiahkan untukmu sebagai isyarat aku selalu berada didekatmu,,,,
Tolong jaga burung ini karna dia telah mengantarkan hatiku menuju dekapanmu,,,,
Jangan biarkan dia terbang jauh dan menjadi milik orang lain, dan jangan biarkan ada orang yang menyaginya melebihi sayangmu padanya. Jika perlu patahkan sayapnya karna sayapnya ibarat sayapku yang telah patah karenamu,,,,,
Wahai wanita sholihah yang menjadi idaman para laki-laki sholih,,,,
Betapapun lisan ini tak mampu mengungkap apa yang ada dihati kecil yang sedang beradu ini,,,,
Aku bahagia berada didekatmu, namu kau belum halal bagiku,,,,
Aku bahagia didekapmu, namun waktu belum memberiku ijin untuk benar-benar menggapaimu,,,,
Selama kau belum halal bagiku, tolong jaga hatimu agar selalu berpihak padaku tanpa orang lain berada ditengah kita. Aku disini menjaga hatiku untuk menemui cinta menuju rahmat dan ridho-Nya bersama hatimu kelak,,,,”
                                                                                                                Pria yang mengagumimu dalam diam
“untuk laki-laki sholih serta imam impian masa depanku,,,,,
Tak banyak inginku darimu kecuali kesehatanmu,,,,,
Terima kasih atas rindu yang kau kirimkan padaku, yang membuat hariku indah dengan hadirmu,,,,
Wahai penggugah hati,,,,
Terenyuh hati ini saat membaca bahasa indah yang kau ukir dikertas tak bernoda ini,,,
Sungguh tak pantas diri ini menerima kepercayaan hatimu yang menjadi dambaan para wanita diluar sana,,,,
insyaAllah semampu dan sekuat raga ini, aku menaruh janji untukmu, menjaga titipan dan hati ini untukmu,,,
semoga engkau senantiasa dalam lindungannya. Amin,,,,,,”
                                                                                                                wanita pengharapmu
                Dengan penuh amanah sang gadis menjaga titipan sang pemburu. Dalam dirinya selalu beradu pada Robby bahwa pengharapannya pada sang pemburu begitu mendalam. Namun apa daya Dialah sang Maha Tahu dan Maha penentu taqdir hamba-Nya. Entah hikmah apa yang tengah Dia rencanakan dalam kehidupan kedua insan ini. Selang waktu tak begitu lama sang gadis pun ternyata telah dijodohkan ayahnya yang dia sendiri tidak tau seperti apa calon imam yang ayahnya rencanakan dalam hidupnya.
Hatinya kini dirundung pilu dan bingung pada apa yang harus ia lakukan. Cintanya dengan sang pemburu harus berakhir dengan kata-kata pahit yang ia tulis dalam lembaran kertasnya. Dia harus melepas burung itu kembali pada pemiliknya.
Kini burung telah dalam genggaman sang pemburu. Tiap kali menatap selalu pilu itu hadir  seolah menjadi benalu dalam hidupnya. Tak mudah menghapus bayang cinta pertama yang ditemukannya tiba-tiba. Sang pemburu menerima secarik kertas yang menceritakan jalan begitu berliku.
Jam 03:00 (rabu) 13-06-1434H/ 24-04-2013M
Dalam malamku yang sunyi
Tiba-tiba gelisah menyapa
Tak tau berputarnya akal kemana ?
Tak tau keinginan hati untuk siapa ?
Tak tau jalan keluarnya ?
Kenapa hatiku harus terikat begitu rapat hingga ku tak berharap apapun kecuali dia bersamaku
Ya Allah,,, perasaan apa yang kau anugrahkan kepada ku,,,,
Hingga membuat aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri,,,
Disaat takdir-Mu menuntunku memiliki hatinya maka satu ayat yang berkesan untukku,,,
فبأي ألاء ربكما تكذ بان,,,,,

Bersambung,,,,,

oleh: adek Aisyah Syarqowi's

Sabtu, 09 Januari 2016

kisah Nabi Muhammad

Kerendahan Hati Rasulullah ﷺ

Kerendahan Hati Rasulullah
Kisra –sebutan untuk raja-raja Persia- memiliki kebiasaan yang unik ketika bertemu dengan rakyat bahkan pejabatnya. Ia membuat jarak, jarak yang menegaskan bahwa akulah penguasa dan selainku adalah orang biasa. Jarak yang menunjukkan ia adalah aku adalah tuan sedangkan kalian adalah hamba atau bawahan. Bahkan Kisra menjadikan dirinya Tuhan.
Barisan pertama, orang-orang terdekat Kisra adalah para dukun dan penyihir kerajaan, juga para amir dan mentri-mentri. Ketika mereka bertemu dengan sang raja, mereka wajib berdiri dengan jarak minimal 5 meter dari Kisra Persia itu. Kemudian barulah orang-orang setelah mereka yang jaraknya tidak kurang dari 10 meter.
Orang-orang Persia menyumpal mulut mereka dengan kain putih ketika memasuki aula sang Kisra. Agar keagungan ruang kerajaan tidak tercemar dengan nafas-nafas mereka.
Utusan Penguasa Alam Semesta Yang Rendah Hati
Sementara di tengah-tengah Jazirah Arabia, ada seorang laki-laki yang jauh menitik ketinggian kemuliaannya dibanding Raja Persia ini, menyambut manusia dengan kerendahan hatinya. Dialah Rasulullah Muhammad ﷺ.
Rasulullah ﷺ menemui masyarakat umum, menyalami tangan-tangan mereka. Beliau tidak melepaskan jabatnya hingga orang-orang lebih dulu mengurai tangan mereka. Hal itu beliau lakukan walaupun dengan seorang Arab desa (Arab badui). Beliau tidak palingkan padangan wajahnya, hingga orang terlebih dahulu mengalihkan tatapnya. Beliau tidak menjulurkan kaki kala duduk-duduk bersama-sama. Demikian kata Anas bin Malik, sebagaimana diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كانت الأمة من إماء أهل المدينة لتأخذ بيد رسول الله صلى الله عليه وسلم، فتنطلق به حيث شاءت.
“Ada seorang anak perempuan di Kota Madinah, ia menggapai tangan Rasulullah ﷺ, lalu menggandengnya (menarik) kemana saja yang ia inginkan.” (HR. al-Bukhari 5724).
Pelajaran bagi kita, jangan sampai anak sendiri saja meraih tangan kita kemudian menarik-nariknya ke arah yang ia inginkan, namun kita malah memarahinya.
Raja Dunia Mengartikan Dunia
Suatu hari, Umar bin al-Khattab pernah menangis, iba melihat keadaannya. Umar menjumpai utusan Penguasa alam semesta itu bangun tidur dan anyaman tikar mengecap di tubuhnya. Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis, wahai Umar?”
“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas,” sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, wahai Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.
Rasulullah ﷺ kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang, dan tak lama akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…?”
Kemudian beliau ﷺ melanjutkan, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya”.
Ramah Terhadap Anak Kecil
Di Madinah, ada seorang anak kecil yang berkun-yah Abu Umair. Si Anak memiliki hewan peliharan seekor burung. Ia suka bermain dengan burung peliharaannya itu. Suatu hari, burung itu mati, dan Rasulullah ﷺ menyapa dan menghiburnya. Dari Anas bin Malik, ia berkata,
“Nabi ﷺ datang menemui Ummu Sulaim yang memiliki seorang putra yang diberi kun-yah Abu Umair. Rasulullah suka mencadainya. Suatu hari, beliau melihat Abu Umair bersedih. Lalu beliau ﷺ bertanya,
فقال: “مَا لِي أَرَى أَبَا عُمَيْرٍ حَزِينًا؟!” فقالوا: مات نُغْرُه
“Mengapa kulihat Abu Umair bersedih?” Orang-orang menjawab, “Nughrun (burung kecil seperti burung pipit yang lekuk matanya berwarna merah)nya yang biasa bermain dengannya mati.”
Kemudian beliau menyapanya untuk menghibur si anak yang kehilangan mainannya ini,
أبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟
“Abu Umair, burung kecilmu sedang apa?” (HR. al-Bukhari 5850).
Tentu tidak terbayang di benak kita, Kaisar (raja-raja Romawi) dan Kisra melakukan hal serupa.
Mengerjakan Pekerjaan Rumah
عن عائشة أنها سُئلت ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعمل في بيته، قالت: “كَانَ يَخِيطُ ثَوْبَهُ، وَيَخْصِفُ نَعْلَهُ، وَيَعْمَلُ مَا يَعْمَلُ الرِّجَالُ فِي بُيُوتِهِمْ”.
Dari Aisyah, ia pernah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ di rumah. Aisyah radhiallahu ‘anha menjawab, “Beliau menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sendalnya, dan mengerjakan segala apa yang (layaknya) para suami lakukan di dalam rumah.” (HR. Ahmad 23756).
Bergaul Dengan Penduduk Desa
Sebagian orang kadang malu jika ada orang desa yang polos, yang mungkin terlihat kuno, mau berteman dekat dengan mereka. Televisi-televisi kita menyugukan tayangan bagaimana anak-anak gaul, malu berteman dengan yang terlihat culun. Hal itu disaksikan anak-anak, sehingga mereka meniru. Tentu ini berbahaya jika tidak direspon oleh orang tua dengan pendidikan adab dan akhlak yang mulia. Ketika orang tua mampu menampilkan teladan dari Rasulullah ﷺ, seorang tokoh berkedudukan tinggi di masyarakat, mau berteman dengan orang biasa, tentu hal itu akan menimbulkan kesan yang berbeda pada diri anak-anak.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، أَنَّ رَجُلا مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ كَانَ اسْمُهُ زَاهِرًا , وَكَانَ يُهْدِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , هَدِيَّةً مِنَ الْبَادِيَةِ ، فَيُجَهِّزُهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , إِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ زَاهِرًا بَادِيَتُنَا وَنَحْنُ حَاضِرُوهُ ” وَكَانَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّهُ وَكَانَ رَجُلا دَمِيمًا , فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَوْمًا وَهُوَ يَبِيعُ مَتَاعَهُ وَاحْتَضَنَهُ مِنْ خَلْفِهِ وَهُوَ لا يُبْصِرُهُ ، فَقَالَ : مَنْ هَذَا ؟ أَرْسِلْنِي . فَالْتَفَتَ فَعَرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ لا يَأْلُو مَا أَلْصَقَ ظَهْرَهُ بِصَدْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ عَرَفَهُ ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ : ” مَنْ يَشْتَرِي هَذَا الْعَبْدَ ” ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِذًا وَاللَّهِ تَجِدُنِي كَاسِدًا ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لَكِنْ عِنْدَ اللَّهِ لَسْتَ بِكَاسِدٍ ” أَوْ قَالَ : ” أَنتَ عِنْدَ اللَّهِ غَالٍ ” .
Dari Anas bin Malik: ‘Bahwasanya ada seorang dari penduduk desa (Arab badui) yang bernama Zahir, dia selalu menghadiahkan berbagai hadiah dari desa untuk Nabi ﷺ. Jika Nabi ﷺ hendak keluar, beliau menyiapkan perbekalannya. Lalu bersabda: ‘Sesungguhnya Zahir adalah desa kami (maksudnya beliau ﷺ bisa belajar darinya sebagaimana orang Badui mengambil manfaat dari padang Sahara) dan kami adalah kotanya (yang membuka pintu Madinah lebar-lebar untuk kehadirannya, ini adalah salah satu bukti pergaulan yang baik).
Nabi ﷺ mencintainya, dia adalah seorang yang jelek (tidak tampan) namun baik hatinya. Suatu hari Nabi ﷺ mendatanginya sementara ia sedang menjual barangnya, lalu beliau mendekapnya dari belakang, sementara dia tidak bisa melihat beliau. Dia berseru: ‘Siapa ini? Lepaskan aku!’ Kemudian ia menengok ke belakang dan ia tahu bahwa itu adalah Nabi ﷺ. Ketika dia tahu, dia tetap merapatkan punggungnya agar bersentuhan dengan dada Nabi ﷺ. Lalu Nabi ﷺ berseru, ‘Siapa yang mau membeli hamba sahaya ini?’ Zahir menjawab, ‘Wahai Rasulullah, kalau begitu demi Allah, engkau akan mendapatiku (terjual) sangat murah.’ Nabi ﷺ bersabda, ‘Akan tetapi, di sisi Allah engkau tidaklah murah.’ atau ‘Di sisi Allah engkau sangat mahal.’ (HR. Ahmad 12669).
Lihatlah bagaimana beliau ﷺ bercanda dengan teman-teman beliau. Pertemanan beliau tidak didasari oleh tampilan fisik, materi kekayaan, namun beliau mendasari pertemanan berdasarkan ketaatan.
Penutup
Kita semua tahu, Nabi ﷺ adalah manusia paling mulia yang pernah ada dan selama-lamanya. Ada para raja, pemimpin negara dan pejabat negara, orang-orang kaya, tidak satu pun yang melebihi kedudukan beliau ﷺ. Dan mereka tidak layak dibandingkan beliau ﷺ. Tapi lihatlah, alangkah rendah hatinya beliau dalam pergaulannya. Dalam kehidupan sosialnya.
Dan kita berlindung kepada Allah ﷻ, kita yang tidak memiliki jabatan dan kedudukan, untuk berbuat sombong dan meremehkan orang lain.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad…

by: Abi Nawal Karim

Jumat, 08 Januari 2016

UMMAHATUL MU'MININ

PERNIKAHAN SAHABAT ALI DAN SAYYIDAH FATIMAH

Tanggal 1 Dzulhijjah 1433H, yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2012, adalah hari pernikahan dua manusia suci, Imam Ali as dan Sayyidah Fathimah as pada tahun 2H. Rasulullah Saw bersabda bahwa sebelum mereka menikah di bumi, Allah telah menikahkan keduanya di langit. Untuk memperingati hari berbahagia ini, kami menurunkan kisahnya, diambil dari kitab Innahaa Fathimah Az-Zahra karya Muhammad Abduh Yamani.
****
Ketika Sayyidatuna Fatimah Azzahro’ mencapai usia ke-18, sebagian sahabat datang untuk melamarnya, di antaranya datang Sayyidina Abu Bakr, dan Rasulullah hanya diam lalu berkata “Aku menunggu perintah dari Allah”.Kemudian datang Sayyidina Umar maka Rasulullah menjawab sebagaimana jawaban pada Sayyidina Abu Bakr.
Maka beliau berdua mendatangi Sayyidina Ali bin Abi Thalib seraya berkata “Wahai Ali engkau termasuk salah satu orang yang pertama masuk Islam dan engkau adalah begini.. begini.. dan begini…”
Sayyidina Abu Bakr dan Umar memberi semangat pada Sayyidina Ali dan berkata “Sebaiknya engkau pergi melamar Fatimah dari Rasulillah dan engkau adalah orang yang pantas dan berhak memilikinya, engkau juga adalah sepupunya.”
Maka berangkatlah Sayyidina Ali dalam keadaan malu yang sangat, lalu masuklah beliau kepada Rasulullah dengan rasa malu yang sangat besar, duduk di hadapan Rasulullah dan beliau Saw. melihat dari mata Sayyidina Ali terpancar sebuah kata-kata dan rasa malu.
Rasulullah berkata “Apa yang ada di benakmu wahai Ali ?” Sayyidina Ali menjawab dengan mata yang berkaca-kaca “Terlintas di benakku Fatimah duhai Rasulallah”. Maka Rasulullah menjawab “marhaban wa ahlan” Sayyidina Ali pun terdiam dan tersipu malu. Begitu juga Nabi terdiam dan malu beberapa saat yang cukup lama. Dalam benak Rasulullah ingin Sayyidina Ali untuk membuka pembicaraan, dan Sayyidina Ali dalam keadaan malu yang sangat sehingga tak mampu meneruskan kata-katanya.
Maka keluarlah Sayyidina Ali, dan para sahabat telah menunggu di luar dan bertanya “Apa yang Rasulullah katakan padamu ?” Sayyiduna Ali menjawab ”Rasulullah berkata ‘marhaban wa ahlan’”. Para sahabat berkata “Wahai Ali, cukup seandainya Rasulullah berkata padamu satu saja, tapi Rasulullah telah memberimu dua jawaban yaitu ‘marhaban wa ahlan’ tidak diragukan lagi bahwa Rasulullah telah menyetujuinya.”
Dalam riwayat yang lain: Ketika Rasulullah berada di masjid, Rasulullah berkata bahwa sesungguhnya Allah Swt telah menikahkan Fatimah dengan Ali di langit dan aku telah menikahkannya dengan Ali maka semua sahabat Ra. yang ada di masjid pun menjadi saksi.
Di sebagian riwayat mengatakan: Rasulullah berkata kepada Sayyidina Ali “Hai Ali apakah kau memiliki sesuatu yang bisa kau jadikan sebagai mahar?” Maka Sayyidina Ali berkata “Wahai Rasulullah aku tak memiliki sesuatu apapun kecuali pedang dan baju perangku.”
Karena Sayyidina Ali tergolong orang yang tidak mampu, yang tumbuh besar dalam didikan Rasulullah, seperti kita ketahui bahwa Beliau hidup dalam kezuhudan dan kemiskinan yang tidak memiliki apa-apa maka Ali pun menjawab seperti itu.
“Duhai Ali mengenai pedangmu engkau harus tetap menggunakannya untuk berperang di jalan Allah sedang baju zirahmu juallah!” Maka Sayyidina Utsmanmembeli baju perang tersebut dengan harga 480 dirham lalu Sayyidina Ali memberikan hasil penjualan itu kepada Rasulullah.
Rasulullah mengambil 1/3-nya untuk membeli minyak wangi dan sebagian digunakan untuk menghias rumah Fatimah. Disebutkan dalam sebagian riwayat Rasulullah masuk kamar Fatimah untuk bermusyawarah dengannya dan berkata “Wahai Fatimah sesungguhnya Ali ingin meminangmu dan kau telah mengenal Ali dengan baik.”
Maka Sayyidatuna Fatimah diam dan tersipu malu. Rasulullah mengetahui dengan diamnya Fatimah itu berarti dia telah ridha dan menyetujuinya. Maka dimulailah persiapan untuk menggelar pernikahannya. Akan tetapi, tahukah anda perlengkapan apa yang dipersiapkan oleh Azzahra?
Bagaimana dengan zaman ini, seorang anak gadis sekarang mungkin salah satu dari mereka merepotkan keluarganya dan mereka tidak rela jika pernikahan mereka dilakukan dengan sederhana. Dengan menginginkan ini dan itu, coba perhatikan ini adalah Sayyidatuna Fatimah, pemimpin para wanita di surga nanti. Apakah perlengkapan yang disiapkan Fatimah?
Persiapan yang dilakukan Sayyidatuna Aisyah dan sebagian iring-iringan Ummahatul Mukminin dengan membawaperlengkapan nikah menuju rumah Fatimah, lalu Sayyidatuna Aisyah berkata “Kami gelarkan di kamar Fatimah pasir halus sebagai permadani yang menghiasi kamar Sang Bunga dan didatangkan bantal dari kulit yang didalamnya dipenuhi dengan pelepah kurma yang mana bantal ini bakal dijadikan sebagai alas tidur mereka. Dengan perabot alat penggiling gandum dan bejana tempat air (kendi) juga beberapa minyak wangi serta dipersiapkan tempat menyimpan baju (yang sekarang dikenal dengan nama lemari).”
Tahukah anda bagaimana bentuk lemari tersebut? Sayidatuna Aisyah berkata “Kami tancapkan antara dua dinding sebatang kayu untuk meletakkan pakaian mereka dan tempat untuk menggantungan tempat air juga barang-barang mereka yang mana kayu ini sebagai segala tempat penyimpanan” (seperti lemari di zaman ini). Subhanallah, bagaimana dulu keadaan mereka dalam kezuhudan ini? Dalam keadaan yang sangat memprihatinkan ini??
Akan tetapi Nabi Saw telah memberi kabar bahwa dunia tidak pantas untuk Muhammad dan keluarga Muhammad. Dimana Rasulullah tidak pernah menoleh dan disibukkan oleh dunia ini. Sedangkan Sayyiduna Hamzah datang dengan membawa dua onta yang sangat istimewa sebagai jamuan makan untuk para tamu-tamu yang datang.
Sayyidatuna Aisyah berkata “Maka kami memakan kurma dan kismis dan demi Allah aku tak melihat pernikahan yang lebih mulia dari pernikahan Fatimah.” Bagaimana bisa sebuah pernikahan dapat menandingi pernikahan Fatimah yang mana pernikahan Fatimah telah dirayakan di langit sebelum dirayakan di bumi dengan ‘Inayah Allah Swt.
Lalu dimulailah perayaan pernikahan, Nabi pun keluar dengan membawa bighol/binatang sejenis kuda dan berkata “Naiklah wahai putriku Fatimah.” Lalu beliau menyuruh Salman “Bawa dan tuntun ia menuju rumah Sayyidina Ali” dan Rasulullah mengikuti di belakang dengan Sayyidina Hamzah beserta keluarga Bani Hasyim sebagai arak-arakan menuju rumah Sayyidina Ali.
Rasulullah menyuruh sebagian perempuan untuk mengarak Sayyidatuna Fatimah dengan disertai lantunan sya’ir-sya’ir pujian dan takbir kepada Allah serta menarik Sayyidatuna Fatimah dalam arak-arakan tersebut.
Sungguh pernikahan yang sangat indah dan meria….
Pernikahan yang membuat seluruh alam riang gembira….
Pernikahan sang putri yang akan menjadi pemimpin para wanita di surga nantinya….
Pernikahan yang akan menghasilkan para kesatria-kesatria yang akan menjadi pemimpin pemuda di surga….
Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua termasuk dalam lingkupan kebahagiaan ini….
Dan dicatat sebagai orang-orang yang singgah di telaga Rasulullah dan masuk ke surga Allah nanti..
Aamiin..
Aamiin..
Ya Rabbal ‘Alamiin.
Para Ummahatul Mu’minin saling berlomba-lomba. Taukah kalian atas apa mereka saling berlomba-lomba?? Mereka berlomba-lomba untuk mendapat ridha Rasulullah Saw…
Para Ummahatul Mu’minin tahu bahwa Rasulullah sangat amat mencintai putrinya ini. Tidak pernah mencintai seorang manusia pun seperti cintanya pada putrinya ini sama sekali. Mereka tahu jika mereka menggembirakan dan membantu Fatimah, mereka mendapat tempat yang sangat khusus di hati Rasulullah Saw..
Kemudian sebagaimana kalian ketahui seorang anak gadis di hari pernikahannya siapakah yang paling diharapkan?? Yang sangat diharapkan dan dibutuhkan adalah seorang ibu. Tapi kemanakah Khadijah binti Khuwailid?? Sesungguhnya Khadijah telah dikuburkan di bumi Makkah yang tandus.
Di hari pernikahan Sayyidatuna Fatimah, Rasulullah teringat pada istri tercintanya yaitu Khadijah, maka Rasulullah menuntun Sayyidatuna Fatimah masuk ke dalam rumah Sayyiduna Ali.
Para wanita-wanita berdatangan dan masuk ke kamar Sayyidatuna Fatimah. Kemudian Ummi Salamah melantunkan sya’ir-sya’ir pujian yang diiringi oleh para wanita-wanita yang berbunyi:
Sirna bi aunillahi jaaroti wasykurna hu fikulli halati
(Dengan rahmat Allah kita menjadi tetangga, rasa syukur kami atas semua nikmat ini)
Wadzkurna ma an ama Rabbul ‘Ula minkasyi makruhati wa afati
(Ingatlah atas kelapangan yang Allah berikan dari segala malapetaka dan musibah)
Faqot hadana ba’da kufrin waqot an asyana Rabbus samawati
(Juga atas pentunjuk sehinga kita terlepas dari kekufuran dan Allah memberi kita kehidupan)
Sirna ma’a khoiri nisail waro tufda biammatin wakholati
(Sehingga bersama sebaik-baik wanita yang kami siap menjadikan orang yang kami cintai sebagai tebusanmu)
Ya bintaman fadholahu dul ula bilwahyi minhu warrisalati
(Wahai putri seorang yang diagungkan dengan sebuah wahyu dan kerasulan)
Saat itu para wanita-wanita melantunkan bait-bait syair yang mana mereka berusaha agar dapat menggembirakan hati Sayyidatuna Fatimah.
Kemudian Nabi Saw. membawa masuk Fatimah ke rumah Sayyidina Ali dan berkata “Jangan kau sentuh istrimu sampai aku kembali.” Maka Rasulullah kembali menuju masjid untuk menunaikan shalat Isya’.
Bagaimana keadaan manusia sekarang? Berapa banyak dengan sebab acara pernikahan memudahkan urusan shalat atau bahkan meninggalkannya? Tapi Rasulullah Saw. tidak ada di dalam hatinya yang lebih mulia dari shalat. Maka Rasulullah Saw. kembali ke masjid untuk melaksanakan shalat Isya’ bersama para sahabat dan para tamu, Nabi memberikan pencerahan serta memberikan nasehat-nasehat.
Setelah itu Rasulullah dengan cepat berjalan menuju rumah Sayyidatuna Fatimah. Ketika Rasulullah masuk, semua para wanita keluar kecuali satu yang tidak keluar, yaitu Asma’ binti Umais, menemani Fatimah berada duduk di ujung kamar. Kemudian Nabi berkata”Siapa ini?”
Asma’: “Asma’”
Nabi: “Binti Umais?”
Asma’: “Iya wahai Rasulullah”
Nabi: “Mengapa kau tidak keluar?”
Asma’ binti Umais berkata “Wahai Rasulullah, seorang wanita atau anak gadis di hari seperti ini sangat membutuhkan seorang teman wanita yang bisa diajak curhat dan diskusi.”
Subhanallah, anak gadis di hari pernikahannya, di zaman yang penuh kehormatan dan adab mungkin dia tidak mengerti perkara-perkara atau tata cara serta urusannya, bahkan mungkin ia tertimpa rasa malu, mungkin terjadi atasnya perkara-perkara yang tidak ia mengerti. Asma’ bertanya “Bolehkah aku temani dia?”
Maka Rasulullah Saw. teramat sangat gembira, karena Asma’ membuat putrinya terhibur dan tenang. Bagi Fatimah di hari seperti ini, ia sangat membutuhkan ibunya, Khadijah. Dan Asma’ binti Umais berusaha menggantikan sebagian peran Khadijah, oleh karena itu Rasulullah Saw. gembira.
Asma’ binti Umais berkata “Maka Nabi Saw. pun mendoakanku dengan doa-doa yang sangat banyak. Demi Allah, aku sangat mengharapkan doa-doa itu. Dan inilah yang selalu ku harapkan dan ku impi-impikan.”
Padahal Asma’ binti Umais termasuk dariwanita-wanita yang penuh perjuangan dan ikut hijrah serta memiliki sebuah peran yang besar bagi para muslimat.
(Di sebagian riwayat bukan Asma’, akan tetapi Ummu ‘Aiman)
****
[Untuk melengkapi cerita ini, ada riwayat lain yang dikutip dari sumber yang berbeda. Kami menempatkan dalam kurung kotak di tulisan ini. Diambil dari Kitab Hayaatu Zahra, 'Allamah Najafi, hal. 159 dan diterjemahkan oleh Ustadz Miftah Rakhmat. (majulah-ijabi.org)
Dari Asma binti 'Umais: menjelang Sayyidah Khadijah wafat, beliau tampak menangis. Aku bertanya kepadanya, "Junjunganku, gerangan sebab apa yang membuatmu menangis? Bukankah engkau perempuan utama, istri Nabi Islam termulia, yg dengan lisannya sendiri telah mengabarkan kepadamu kabar gembira tentang surga?"
Sayyidah menjawab: "Aku tidak menangis karena kematian. Aku menangis karena setiap perempuan biasanya ditemani seseorang sebelum malam pernikahannya, memberitahukannya segala sesuatu yg peru diketahuinya, berkenaan dengan hal ihwal perempuan dlm rumah tangga. Siapakah yg akan menemani putriku Fathimah di malam pernikahannya? Ia tidak punya seorang pun yg akan menolongnya..."
Aku berkata: "Junjunganku, inilah janjiku kepadamu. Sekiranya usiaku dipanjangkan hingga tiba saat itu, aku akan melakukan tugas itu. Untukmu, karenamu."
Hingga tibalah saat itu. Malam jelang pernikahan Sayyidah Fathimah. Rasulullah Saw tiba di kamar sederhana Fathimah dan meminta semua perempuan yg ada di tempat itu untuk keluar. Semuanya keluar, kecuali aku. Ketika Nabi hendak melangkah pergi, beliau melihat kelebat bayanganku. Nabi bertanya: "Siapakah engkau?" Aku menjawab: Asma binti
'Umais. Nabi Saw: "Bukankah aku sdh memintamu untuk meninggalkan kamar?"
Aku berkata: Benar ya Rasulallah, demi ayah dan ibuku, aku tak ingin tak menjalankan perintahmu. Tapi ini adalah janjiku kepada Sayyidah Khadijah. Inilah saatnya aku tunaikan.
Kemudian aku kisahkan pada Nabi Saw saat-saat terakhir Sayyidah Khadijah dan janjiku kepadanya. Mendengar itu Rasulullah Saw menangis dan berkata: "Karena itukah engkau tetap di tempatmu?" Aku menjawab: Benar ya Rasulallah, aku bersumpah demi Allah." Lalu Nabi mengangkat kedua tangannya dan mendoakanku]
****
Asma’ berkata “Maka Rasulullah mendoakan aku ‘Allahummah fadzha minassyaithan wahfadzha ‘an yaminiha wa ‘an syimaliha wa min amamiha wa min khalfiha wa min fauqiha wa min tahtiha.”
Asma’ berkata “Maka Rasulullah mendoakanku dengan doa yang begitu banyak. Demi Allah, doa-doa itulah yangselalu kuharap atas apa-apa yang aku miliki.” (‘Alaihim Ridwanullahi Ta’ala)
Kemudian duduklah Nabi SAW. seraya mendoakan pada kedua mempelai dan mengambil sedikit air, dan menggunakannya untuk berwudhu’ dan membaca-bacakan air tersebut. Kemudian berkata pada Fatimah “Menghadaplah padaku.”, maka Nabi memercikkan air pada dadanya.
Nabi berkata “Baliklah.” Nabi memercikkan air pada punggungnya serta kepalanya seraya berdoa “Allahumma inni uidzuha bika wa durriyataha minassyaithanirrajim.”.
Kemudian Nabi Saw. memanggil Sayyiduna Ali dan berkata “Menghadaplah kapadaku.” Nabi pun memercikkan air pada dadanya, kemudian memercikkan air pada punggungnya serta mendoakannya dengan doa yang sangat agung.
Kemudian mendoakan mereka berdua dengan doa “Allahumma barik fiihima wa barik alaihima wa barik lahuma finaslihima.” Kemudian melanjutkan doanya “Allahumma hadzihi binti wa ahabbul khalqi ilaiyya, Allahumma hadzaakhi wa ahaabul khalqi ilaiyya, Allahummajalhu laka waliyyan wa bika hafiyyan wa barik fi ahlihi (Ya Allah, ini ‘Fatimah’ adalah anakku dan dia adalah seseorang yang paling aku cintai, Ya Allah dan ini ‘Ali’ adalah saudaraku dan dia adalah seseorang yang aku cintai, Ya Allah jadikanlah Ali sebagai penolong (wali) bagi-Mu, dan jadikan hambamu yang selalu mengabdi pada-Mu)
Kemudian Nabi Saw. menuju pintu keluar, ketika Nabi memegang daun pintu, Nabi memberikan nasihat-nasihat pada kedua mempelai dan berkata “Wahai Fatimah, tugasmu adalah segala urusan di dalam rumah. Dan engkau wahai Ali, tugasmu adalah semua urusanyang ada di luar rumah.
Kemudian Nabi berhenti di tengah pintu dan mendoakan kedua mempelai tersebut, dan meminta kepada Allah agar menjaga keduanya serta mengeluarkan dari mereka keturunan yang shaleh. Maka kedua mempelai tersebut melalui hari dan malamnya dengan keindahan dan kebaikan.
Ketika muncul mentari pagi, Rasulullah bergegas menuju rumah Fatimah. Yang mana demi Allah tidaklah ada pagi dan sore kecuali Rasulullah Saw melalui rumah Fatimah. Tahukah anda mengapa? Semua itu karena Fatimah memiliki tempat khusus di hati Rasullullah Saw. Di pagi hari itu Rasulullah pun menuju rumah Fatimah, kemudian meminta izin dan masuk seraya memberikan salam kepada mereka berdua kemudian bertanya “Bagaimana kau temukan istrimu wahai Ali?” Sayyidina Ali menjawab “Sebaik-baiknyapendamping untuk membantu dalam ke taatan.” Kemudian Nabi bertanya kepada Sayyidatuna Fatimah “Bagaimana kau temukan suamimu wahai Fatimah?” Fatimah menjawab “Wahai ayahku, dia adalah sebaik-baiknya suami”.
Maka Rasulullah Saw. menganggkat tangannya dan berdoa “Allahumma ijma’syamlahuma wa allif baina qulubaihima waj’alhuma wa dzurriyyatahuma min waratsatil jannah warzuq huma dzurriyyatan thahiratan mubarakatan waj’al dzurriyyatahuma albarakah waj’alhum aimmatan yahduna biamrika íla tha’atik.”
(Ya Allah, kumpulkan mereka dalam kebaikan dan satukan hati mereka berdua dan berikan pada mereka keturunan yang menjadi penduduk surga. Serta berikan atas mereka berduasebuah keturunan yang bagus, yang suci,yang penuh keberkahan. Dan jadikan setiap anak cucuk mereka keberkahan dan jadikan mereka semua para pemimpin yang memberi hidayah denganperintah-perintah-Mu kepada ketaatan)
Sayyidina Anas berkata, yang mana beliau adalah periwayat semisal doa-doa ini dari Rasulullah Saw.. Beliau berkata “Demi Allah, telah Allah keluarkan dari mereka berdua (Sayyidatuna Fatimah dan Sayyidina Ali) keturunan-keturunan yang banyak dan baik.

AKHLAK ROSULULLAH

meneladani akhlak rasulullah
Akhlak adalah salah satu dasar dalam Islam. Orang awam biasanya hanya mengenal 2 pondasi Islam, yaitu iman dan islam. Namun, ada satu hal terpenting lagi yang menjadi pondasi dari Islam, yaitu ihsan. Perbuatan baik, atau ihsan harus selalu kita ingat sebagai salah satu dasar agama Islam. Dan dalam ihsan tersebut terselip akhlakul karimah, salah satu sifat Rasulullah SAW.
Suatu hari, Rasul pernah ditanya oleh sahabatnya. “Ya Rasul, apakah inti Islam?” Rasul menjawab, “Inti Islam adalah Akhlakul Karimah, Akhlakul Karimah, Akhlakul Karimah”. Kemudian Rasul ditanya lagi, “Ya Rasul, apa inti akhlak?”, dijawab oleh Rasul, ”1. Jangan berdusta, 2. Tepati janji, 3. Amanah, 4. Istiqomah”.
Tiga kali Rasul mengulang kata akhlakul karimah. Itu menunjukkan bahwa akhlak sangat penting dalam perkembangan Islam. Dan hal itu telah dibuktikkan oleh Rasul sendiri. Dalam suatu kisah, para pembesar kaum Quraisy tetap menghormati Rasul sebagai orang yang mulia akhlaknya. Mereka tetap menitipkan barang dagangannya walaupun mereka menentang Rasul yang membawa risalah Islam. Dan saat Rasul hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar, Rasul pun menitipkan semua barang yang pernah dititipkan oleh kaum Quraisy kepada Ali bin Abi Thalib untuk dikembalikan kepada Kaum Quraisy. Subhanallah, bahkan Rasul pun tetap berbuat baik kepada kaum yang memusuhinya.
Dalam kisah lain diceritakan saat sedang dalam suatu majelis di dalam masjid. Ada salah seorang sahabat kentut dan itu menyebabkan satu dengan yang lain saling menuduh dan menyebabkan majelis itu tidak kondusif dalam beberapa saat. Rasul dengan kebijaksanaannya pun memerintahkan semua orang untuk berwudhu karena akan membaca Quran bersama-sama. Solusi dari Rasul itupun menjadikan majelis kembali kondusif dan tanpa ada orang yang tertuduh sekalipun. Sungguh mulianya akhlak Rasul, sampai menutup aib saudaranya.
Dalam suatu majelis yang lain, Rasul sedang berbincang bersama sahabatnya. Saat itu, seorang nenek yahudi datang dengan membawa jeruk. Nenek yahudi itupun memberikan jeruk tersebut kepada Rasul dan meminta Rasul untuk memakannya sekarang juga. Rasul pun menerima jeruk itu, memang dari tampilan fisik, jeruk itu terlihat sangatlah segar dan manis. Namun, sebenarnya jeruk itu adalah salah satu jenis jeruk yang termasam. Rasul mengupas jeruk itu, dan memakannya hingga habis. Terimakasih pun diucapkan kepada Rasul atas pemberian nenek yahudi tersebut. Setelah nenek yahudi pergi, sahabat pun bertanya. Karena memang tidak biasanya Rasul tidak membagi makanannya kepada para sahabatnya. Dan kali ini, Rasul memakan jeruk itu sendirian. Rasul pun menjawab, bahwa rasa jeruk tersebut sangatlah masam, dan Rasul khawatir jika para sahabat memakan jeruk itu maka sahabat tidak bisa menahan rasa masamnya jeruk itu dan menyebabkan nenek yahudi menjadi sakit hati karenanya. Sehingga Rasul memakan jeruk itu sendirian karena Rasul bisa menahan rasa masam jeruk itu.
Subhanallah, sungguh mulia akhlak Rasul kita. Beliau selalu berbuat baik kepada semua orang. Rasul juga selalu berusaha menjaga perasaan orang lain. Jangan berdusta, tepati janji, amanah, dan selalu istiqomah menjalankannya menjadi pedoman kita dalam berbuat.
Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Dimana akhlak yang baik akan selalu menjaga kita dalam segala pergaulan yang akan dijalani. Mulailah dari diri sendiri, perbaiki akhlak kita. Memang kita tidak akan pernah menyamai Rasul dalam hal apapun, namun setidaknya, kita perlu meneladani akhlakul karimah yang sudah beliau terapkan.

Wallahu ‘alam bis Shawab

 

oleh: Agus Nadzim Ahmad

MARI BELAJAR NAHWU SHARAF

Pelajaran Shorof 2: Dhomir, Fi'il Madhi, Fi'il Mudhori'
9 januari 2016 ponpes nuris jember
Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kaya akan kata-kata, misalkan pada dhomir (kata ganti). Berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya memiliki 7 kata ganti (dia, kamu, kalian, mereka, kami, kita, dan saya)), di dalam bahasa Arab kata gantinya ada 12. Antara kata ganti untuk dua orang dengan lebih dari dua orang dibedakan di dalam bahasa Arab, tidak terdapat pada bahasa Indonesia bahkan pada bahasa Inggris (read : Bahasa Internasional).
Di antara keistimewaan bahasa arab juga adalah singkat dan padat, misalnya, jika kita ingin mengungkapkan "dia sedang menulis", maka cukup dengan menggunakan kalimat yaktubu dan ini sekaligus menunjukkan bahwa yang sedang menulis itu adalah seorang laki-laki, adapun jika yang menulisnya itu seorang perempuan, maka kita gunakan kalimat taktubu saja. Singkat dan padat. Dan banyak lagi keunggulan bahasa arab di atas bahasa lain.
Pada pelajaran kali ini, kita akan membahas tentang tentang dhomir, fi'il madhi, fi'il mudhori'.
Berikut penjelasannya:
Dhomir = kata ganti, seperti dia, kamu, mereka, dll.
Fi'il Madhi = kata kerja lampau, bermakna telah.
Fi'il Mudhori' = kata kerja sekarang atau yang akan datang
Tabel 1 : Dhomir, Fi'il Madhi, dan Fi'il Mudhori'Tabel 1 : Dhomir, Fi'il Madhi, dan Fi'il Mudhori'
Keterangan:
Kolom paling kanan menunjukkan dhomir dalam keadaan rofa'.
Kemudian di sebelahnya ada kolom "arti" yang merupakan arti dari masing-masing dhomir.
هُوَ (huwa) = Dia (1 lk)
هُمَا (huma) = Mereka (2 lk)
هُمْ (hum) = Mereka (> 2 lk)
هِيَ (hiya) = Dia (1 pr)
dst...
Kolom berikutnya (nomor 2 dari kanan) adalah fi'il madhi dari masing-masing dhomir.
Karena arti kata fa'ala = melakukan, maka:
فَعَلَ (fa'ala) = dia (1 lk) telah melakukan
فَعَلاَ (fa'alaa) = mereka (2 lk) telah melakukan
فَعَلوُاْ (fa'aluu) = mereka (>2 lk) telah melakukan
فَعَلَتْ (fa'alat) = dia (1 pr) telah melakukan
dst...
Kolom paling kanan menunjukkan fi'il mudhori' dari masing-masing dhomir.
ُيَفْعَلَ (yaf'alu) = dia (1 lk) sedang/akan melakukan
يَفْعَلاَنِ (yaf'alaani) = mereka (2 lk) sedang/akan melakukan
يَفْعَلوُنَ (yaf'aluuna) = mereka (>2 lk) sedang/akan melakukan
تَفَعَلُ (taf'alu) = dia (1 pr) sedang/akan melakukan
dst...
Hafalkan tabel 1 di atas secara berurutan (dari atas ke bawah) berserta artinya, tentunya dengan cara Anda sendiri
Ada beberapa catatan yang perlu disampaikan:
Catatan 1:
Fi'il madhi memiliki banyak pola (wazan), diantaranya adalah fi'il tsulasi mujarrod (fi'il yang tersusun dari tiga huruf).
Fi'il madhi tsulasi mujarrod ini memiliki 6 macam pola, yaitu:
Fa'ala - yaf'alu (seperti pada contoh di atas)
Fa'ala - yaf'ulu
Fa'ala - yaf'ilu
Fa'ila - yaf'alu
Fa'ila - yaf'ilu
Fa'ula - yaf'ulu
Perhatikan bahwa fi'il madhi yang berpola fa'ala memiliki tiga kemungkinan fi'il mudhori' (yaitu yaf'alu, yaf'ulu, dan yaf'ilu). Fi'il madhi yang berpola fa'ila memiliki dua kemungkinan fi'il mudhori' (yaitu yaf'alu dan yaf'ilu).
Sementara fi'il madhi yang berpola fa'ula hanya memiliki satu kemungkinan fi'il mudhori' (yaitu yaf'ulu).
Misalkan kata "kataba" كَتَبَ yang berpola fa'ala, ada 3 kemungkinan fi'il mudhori', yaitu yaktabu, yaktubu, atau yaktibu. Mana yang benar?
Jawabannya: yaktubu.
Sementara kata "fataha" فَـتَحَ fi'il mudhori'nya yaftahu. Kenapa tidak yaftuhu? Padahal sama-sama berpola fa'ala seperti kata "kataba". Jawabanya: karena di kamus seperti itu.
Adapun kata "hasuna" حَسُنََ fi'il mudhori'nya pasti yahsunu, karena pola fa'ula hanya memiliki satu kemungkinan, yaitu yaf'ulu.
Catatan 2
Selain fi'il tsulasi mujarrod, ada lagi fi'il tsulasi maziid, yaitu pola fa''ala, faa'ala, af'ala, ifta'ala, infa'la, tafaa'ala, tafa''ala, if'alla, istaf'ala, if'au'ala, if'awwala, dan if'aalla.
Ada juga fi'il ruba'i mujarrod, yaitu fa'lala, dan terakhir fi'il ruba'i mazid, yaitu tafa'lala, if'anlala, dan if'allala.
Masing-masing memiliki pola fi'il mudhori' tersendiri. Pada pelajaran shorof 2 ini, kita batasi pembahasan fi'il hanya fi'il tsulatsi mujarrod saja.
Catatan 3 (penting!)
Tabel di atas itu adalah contoh dari fi'il tsulatsi mujarrod yang berpola fa'ala - yaf'alu. Jika pola fi'ilnya fa'ila - yaf'alu, maka tinggal mengganti harokat tengahnya, misalnya kata سَمِعَ - يَسْمَعُ (sami'a - yasma'u) = mendengar,
cara mentasrif fi'il madhinya:
سَمِعَ (sami'a) = dia (1 lk) telah mendengar
سَمِعاَ (sami'aa) = mereka (2 lk) telah mendengar
سَمِعُوا (sami'uu) = mereka (> 2 lk) telah mendengar
سَمِعَتْ (sami'at) = dia (1 pr) telah mendengar
سَمِعَـتَا (sami'ataa) = mereka (2 pr) telah mendengar
سَمِعْنَ (sami'na) = mereka (> 2 pr) telah mendengar
سَمِعْتَ (sami'ta) = kamu (1 lk) telah mendengar
سَمِعْـتُـمَا (sami'tumaa) = kalian (2 lk) telah mendengar
سَمِعْـتُـمْ (sami'tum) = kalian (> 2 lk) telah mendengar
سَمِـعْـتِ (sami'ati) = kamu (1 pr) telah mendengar
سَمِـعْـتُـمَا (sami'tumaa) = kalian (2 pr) telah mendengar
سَمِعْــتُـنَّ (sami'tunna) = kalian (> 2 pr) telah mendengar
سَمِعْـتُ (sami'tu) = saya telah mendengar
سَمِـعْناَ (sami'naa) = kami/kita telah mendengar
cara mentasrif fi'il mudhori'nya:
يَسْمَعُ (yasma'u) = dia (1 lk) sedang/akan mendengar
يَسْمَعَانِ (yasma'aani) = mereka (2 lk) sedang/akan mendengar
يَسْمَعُونَ (yasma'uuna) = mereka (>2 lk) sedang/akan mendengar
تَسْمَعُ (tasma'u) = dia (1 pr) sedang/akan mendengar
تَسْمَعانِ (tasma'aani) = mereka (2 pr) sedang/akan mendengar
يَسْمَعْنَ (yasma'na) = mereka (> 2 pr) sedang/akan mendengar
تَسْمَعُ (tasma'u) = kamu (1 lk) sedang/akan mendengar
تَسْمَعَانِ (tasma'aani) = kalian (2 lk) sedang/akan mendengar
تَسْمَعُونَ (tasma'uuna) = kalian (> 2 lk) sedang/akan mendengar
تَسْمَعِينَ (tasma'iina) = kamu (1 pr) sedang/akan mendengar
تَسْمَعانِ (tasma'aani) = kalian (2 pr) sedang/akan mendengar
تَسْمَعْنَ (tasma'na) = kalian (> 2 pr) sedang/akan mendengar
أسْمَعُ (asma'u) = saya sedang/akan mendengar
نَسْمَعُ (nasma'u) = kami/kita sedang/akan mendengar
Tabel 2 di bawah ini merupakan contoh-contoh fi'il madhi dengan mudhori'nya yang berpola fa’ula – yaf’ulu, fa’ila – yaf’alu, fa’ala – yaf’ulu, fa’ala – yaf’alu
Tabel 2: KosakataTabel 2: Kosakata
Coba Anda tasrif salah satu kata di dalam tabel tersebut (baik fi'il madhi atau mudhori'nya). Selamat mencoba.