Pada suatu hari terkisah seekor burung yang begitu indah. Dia asyik
menikati suasana angkasa dengan penuh riangnya, tanpa menyadari bahwa dari
bawah langit ada yang mengincarnya. Seorang pemburu yang begitu gagah dan
tampan. Namun entah mengapa si pemburu tak kuasa untuk menembaknya. Dia hanya
menatapnya dari dahan pohon yang dihitari sang burung. Si pemburu
berangan-angan ingin menangkap dengan tangannya sendiri.
Tak lama dari penantiannya akhirnya burungpun hinggap diranting yang tak
begitu sulit dijangkau sang pemburu. Angin berhembus begitu hilirnya,
seolah-olah mengisyaratkan bahwa burung tersebut segara akan menjadi miliknya.
Tak lamapin sang pemburu menangkap burung tersebut dengan tangan lembutnya.
Dengan hati bangga sang pemburupun membawanya ketempat singgahnya dan member
sangkar yang begitu rapi dipandangnya. Tiap harinyapun penuh dengan kebersamaan
bagai kupu-kupu dan kumbang yang bersimbiosis mutualisme.
Disuatu hari sang pemburu memandikan burung tersebut lalu memberinya
makan. Entah mengapa angannya pun melayang pada sesosok wanita yang selama ini
diam-diam telah mengisi hatinya. Namun sang gadis berada jauh dari dekapnya.
Jarak dan ikatan agama menjadi alasan kokoh dalam hidup sang pemburu. Tak
mungkin dia menyentuh dan mengajak sang gadis menemuinya, karna belum halal
baginya. Sang pemburu hanya dapat melihatnya dari jauh dan mengungkap isi
hatinya lewat secarik kertas putih yang tergores tinta dari tangannya.
Pikirnyapun melayang dan penuh kasih. Teringat lantunan yang dia terima
dari sang gadis. Terbayang akan lambai tangannya yang begitu gemulai sehingga
mengesankan nada yang mampu menyayat hatinya. Sang pemburu berangan-angan ingin
menitipkan burung itu pada sang gadis, namun hatinya penuh dengan hati bimbang
dan bingung. Tanpa pikir panjang pun sang pemburu mengutus sahabat yang
kebetulan adalah tetangga samping rumah sang gadis dengan secarik surat yang
dia ikatkan pada leher burung dengan pita berwarna merah.
“teruntuk
bidadariku yang jauh disana,,,,,
Kado ini ku
hadiahkan untukmu sebagai isyarat aku selalu berada didekatmu,,,,
Tolong jaga
burung ini karna dia telah mengantarkan hatiku menuju dekapanmu,,,,
Jangan biarkan
dia terbang jauh dan menjadi milik orang lain, dan jangan biarkan ada orang
yang menyaginya melebihi sayangmu padanya. Jika perlu patahkan sayapnya karna
sayapnya ibarat sayapku yang telah patah karenamu,,,,,
Wahai wanita
sholihah yang menjadi idaman para laki-laki sholih,,,,
Betapapun lisan
ini tak mampu mengungkap apa yang ada dihati kecil yang sedang beradu ini,,,,
Aku bahagia
berada didekatmu, namu kau belum halal bagiku,,,,
Aku bahagia
didekapmu, namun waktu belum memberiku ijin untuk benar-benar menggapaimu,,,,
Selama kau belum
halal bagiku, tolong jaga hatimu agar selalu berpihak padaku tanpa orang lain
berada ditengah kita. Aku disini menjaga hatiku untuk menemui cinta menuju
rahmat dan ridho-Nya bersama hatimu kelak,,,,”
Pria
yang mengagumimu dalam diam
“untuk laki-laki
sholih serta imam impian masa depanku,,,,,
Tak banyak
inginku darimu kecuali kesehatanmu,,,,,
Terima kasih
atas rindu yang kau kirimkan padaku, yang membuat hariku indah dengan
hadirmu,,,,
Wahai penggugah
hati,,,,
Terenyuh hati
ini saat membaca bahasa indah yang kau ukir dikertas tak bernoda ini,,,
Sungguh tak
pantas diri ini menerima kepercayaan hatimu yang menjadi dambaan para wanita
diluar sana,,,,
insyaAllah
semampu dan sekuat raga ini, aku menaruh janji untukmu, menjaga titipan dan
hati ini untukmu,,,
semoga engkau
senantiasa dalam lindungannya. Amin,,,,,,”
wanita
pengharapmu
Dengan penuh amanah sang gadis
menjaga titipan sang pemburu. Dalam dirinya selalu beradu pada Robby bahwa
pengharapannya pada sang pemburu begitu mendalam. Namun apa daya Dialah sang
Maha Tahu dan Maha penentu taqdir hamba-Nya. Entah hikmah apa yang tengah Dia
rencanakan dalam kehidupan kedua insan ini. Selang waktu tak begitu lama sang
gadis pun ternyata telah dijodohkan ayahnya yang dia sendiri tidak tau seperti
apa calon imam yang ayahnya rencanakan dalam hidupnya.
Hatinya kini dirundung pilu dan bingung pada apa yang harus ia lakukan.
Cintanya dengan sang pemburu harus berakhir dengan kata-kata pahit yang ia
tulis dalam lembaran kertasnya. Dia harus melepas burung itu kembali pada
pemiliknya.
Kini burung telah dalam genggaman sang pemburu. Tiap kali menatap selalu
pilu itu hadir seolah menjadi benalu
dalam hidupnya. Tak mudah menghapus bayang cinta pertama yang ditemukannya
tiba-tiba. Sang pemburu menerima secarik kertas yang menceritakan jalan begitu
berliku.
Jam 03:00 (rabu)
13-06-1434H/ 24-04-2013M
Dalam malamku
yang sunyi
Tiba-tiba
gelisah menyapa
Tak tau
berputarnya akal kemana ?
Tak tau
keinginan hati untuk siapa ?
Tak tau jalan
keluarnya ?
Kenapa hatiku
harus terikat begitu rapat hingga ku tak berharap apapun kecuali dia bersamaku
Ya Allah,,, perasaan
apa yang kau anugrahkan kepada ku,,,,
Hingga membuat
aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri,,,
Disaat takdir-Mu
menuntunku memiliki hatinya maka satu ayat yang berkesan untukku,,,
فبأي ألاء ربكما تكذ بان,,,,,
Bersambung,,,,,
oleh: adek Aisyah Syarqowi's

Tidak ada komentar:
Posting Komentar