Sabtu, 16 April 2016

KISAH SANG MERPATI

Pada suatu hari terkisah seekor burung yang begitu indah. Dia asyik menikati suasana angkasa dengan penuh riangnya, tanpa menyadari bahwa dari bawah langit ada yang mengincarnya. Seorang pemburu yang begitu gagah dan tampan. Namun entah mengapa si pemburu tak kuasa untuk menembaknya. Dia hanya menatapnya dari dahan pohon yang dihitari sang burung. Si pemburu berangan-angan ingin menangkap dengan tangannya sendiri.
Tak lama dari penantiannya akhirnya burungpun hinggap diranting yang tak begitu sulit dijangkau sang pemburu. Angin berhembus begitu hilirnya, seolah-olah mengisyaratkan bahwa burung tersebut segara akan menjadi miliknya. Tak lamapin sang pemburu menangkap burung tersebut dengan tangan lembutnya. Dengan hati bangga sang pemburupun membawanya ketempat singgahnya dan member sangkar yang begitu rapi dipandangnya. Tiap harinyapun penuh dengan kebersamaan bagai kupu-kupu dan kumbang yang bersimbiosis mutualisme.
Disuatu hari sang pemburu memandikan burung tersebut lalu memberinya makan. Entah mengapa angannya pun melayang pada sesosok wanita yang selama ini diam-diam telah mengisi hatinya. Namun sang gadis berada jauh dari dekapnya. Jarak dan ikatan agama menjadi alasan kokoh dalam hidup sang pemburu. Tak mungkin dia menyentuh dan mengajak sang gadis menemuinya, karna belum halal baginya. Sang pemburu hanya dapat melihatnya dari jauh dan mengungkap isi hatinya lewat secarik kertas putih yang tergores tinta dari tangannya.
Pikirnyapun melayang dan penuh kasih. Teringat lantunan yang dia terima dari sang gadis. Terbayang akan lambai tangannya yang begitu gemulai sehingga mengesankan nada yang mampu menyayat hatinya. Sang pemburu berangan-angan ingin menitipkan burung itu pada sang gadis, namun hatinya penuh dengan hati bimbang dan bingung. Tanpa pikir panjang pun sang pemburu mengutus sahabat yang kebetulan adalah tetangga samping rumah sang gadis dengan secarik surat yang dia ikatkan pada leher burung dengan pita berwarna merah.
“teruntuk bidadariku yang jauh disana,,,,,
Kado ini ku hadiahkan untukmu sebagai isyarat aku selalu berada didekatmu,,,,
Tolong jaga burung ini karna dia telah mengantarkan hatiku menuju dekapanmu,,,,
Jangan biarkan dia terbang jauh dan menjadi milik orang lain, dan jangan biarkan ada orang yang menyaginya melebihi sayangmu padanya. Jika perlu patahkan sayapnya karna sayapnya ibarat sayapku yang telah patah karenamu,,,,,
Wahai wanita sholihah yang menjadi idaman para laki-laki sholih,,,,
Betapapun lisan ini tak mampu mengungkap apa yang ada dihati kecil yang sedang beradu ini,,,,
Aku bahagia berada didekatmu, namu kau belum halal bagiku,,,,
Aku bahagia didekapmu, namun waktu belum memberiku ijin untuk benar-benar menggapaimu,,,,
Selama kau belum halal bagiku, tolong jaga hatimu agar selalu berpihak padaku tanpa orang lain berada ditengah kita. Aku disini menjaga hatiku untuk menemui cinta menuju rahmat dan ridho-Nya bersama hatimu kelak,,,,”
                                                                                                                Pria yang mengagumimu dalam diam
“untuk laki-laki sholih serta imam impian masa depanku,,,,,
Tak banyak inginku darimu kecuali kesehatanmu,,,,,
Terima kasih atas rindu yang kau kirimkan padaku, yang membuat hariku indah dengan hadirmu,,,,
Wahai penggugah hati,,,,
Terenyuh hati ini saat membaca bahasa indah yang kau ukir dikertas tak bernoda ini,,,
Sungguh tak pantas diri ini menerima kepercayaan hatimu yang menjadi dambaan para wanita diluar sana,,,,
insyaAllah semampu dan sekuat raga ini, aku menaruh janji untukmu, menjaga titipan dan hati ini untukmu,,,
semoga engkau senantiasa dalam lindungannya. Amin,,,,,,”
                                                                                                                wanita pengharapmu
                Dengan penuh amanah sang gadis menjaga titipan sang pemburu. Dalam dirinya selalu beradu pada Robby bahwa pengharapannya pada sang pemburu begitu mendalam. Namun apa daya Dialah sang Maha Tahu dan Maha penentu taqdir hamba-Nya. Entah hikmah apa yang tengah Dia rencanakan dalam kehidupan kedua insan ini. Selang waktu tak begitu lama sang gadis pun ternyata telah dijodohkan ayahnya yang dia sendiri tidak tau seperti apa calon imam yang ayahnya rencanakan dalam hidupnya.
Hatinya kini dirundung pilu dan bingung pada apa yang harus ia lakukan. Cintanya dengan sang pemburu harus berakhir dengan kata-kata pahit yang ia tulis dalam lembaran kertasnya. Dia harus melepas burung itu kembali pada pemiliknya.
Kini burung telah dalam genggaman sang pemburu. Tiap kali menatap selalu pilu itu hadir  seolah menjadi benalu dalam hidupnya. Tak mudah menghapus bayang cinta pertama yang ditemukannya tiba-tiba. Sang pemburu menerima secarik kertas yang menceritakan jalan begitu berliku.
Jam 03:00 (rabu) 13-06-1434H/ 24-04-2013M
Dalam malamku yang sunyi
Tiba-tiba gelisah menyapa
Tak tau berputarnya akal kemana ?
Tak tau keinginan hati untuk siapa ?
Tak tau jalan keluarnya ?
Kenapa hatiku harus terikat begitu rapat hingga ku tak berharap apapun kecuali dia bersamaku
Ya Allah,,, perasaan apa yang kau anugrahkan kepada ku,,,,
Hingga membuat aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri,,,
Disaat takdir-Mu menuntunku memiliki hatinya maka satu ayat yang berkesan untukku,,,
فبأي ألاء ربكما تكذ بان,,,,,

Bersambung,,,,,

oleh: adek Aisyah Syarqowi's

Tidak ada komentar:

Posting Komentar