Senin, 28 Januari 2019

Puisi Lama Tertuang Kembali~

Aku kembali dengan sekata rindu, rindu yang mengendap dan tak satupun hati merengkuhnya. Bagai endapan kopi, selamanya tak ada yg meneguknya...
Cinta dan penghianatan jaraknya begitu dekat. Hingga air hujan yang turun pun, panas yang hadir setiap hari tak dapat mendeskripsikan puisi tentangnya. Mungkin aku luka, tp luka untuk apa? Pada siapa? Entah!!  Aku tak memperdulikannya. Yang jelas, penghianatan itu begitu halus... Dan cinta bisa hadir kapan saja kamu mau~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar